Bintang
Ku fokuskan pandangan pada satu yang paling terang
ku tatap penuh harap, seolah itu kau
Yang terlalu jauh untuk ku gapai

Hatiku terus mencoba menerima kenyataan
Namun semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir indah dalam relung hatiku
Kini seakan perlahan pudar oleh waktu yang terus menua

Aku dan lelahku, bersama membeku
Tak mampu meraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku, menemani bintang dari kejauhan
Yang hilang hanya dalam sekejap

Saat terbayang tentangmu yang entah ada di mana
Hati terus merana
Terkadang ia teriak dengan kehancurannya
Menunggu tanya dijawab waktu

Aktu terus tidur tanpa menutup mata
Terus menangis tanpa air mata
Begitu berat menghapus rasa ini
Mungkin bila aku mati, rasa ini akan abadi


Kupang, 05 Juni 2020