Kumandang Adzan terdengar dari segala penjuru
Juga suara lonceng gereja setelahnya
Kicauan burung terus saja bersahutan, sesekali dibalas merdunya Kokok ayam
Rupanya malam nyaris berlalu, tidakkah sudah waktunya ingatan jeda?
Ingatan sering kali menjelma silet yang menyayat dada
Subuh ini, kenangan mengambang pada langit-langit bumi
Satu persatu silih berganti merobek dada yang sesak sedari tadi
Bravo, kehidupan benar-benar tak pernah puas mengerjaiku
Hancur berkeping-keping tak pernah dihiraukannya
Ia terus saja menggilas tanpa ampun dengan mesin waktunya
Sesekali ia bergerak lambat;kembali mengulang lalu memaksa maju dengan perasaan terus mengingat
Lalu seringkali bergerak begitu cepat, melesat bagai peluru; menyeret paksa untuk terus merangkak maju
Semesta, berhentilah!!
Aku manusia, dagingku juga berdarah
Hatiku pun tak terbuat dari baja; ia rapuh
Jika aku telah melakukan kesalahan;maafkan aku
Jangan kau beri siksa disetiap detak jantungku
Jantung ini lemah sejak nama dalam detakannya kau renggut
Bundaran Tirosa, 06 Desember 2019

2 Comments
Siap caketum penguasa ekonomi UMK😂