Ku pilih kata yang tercecer di bawah kolong langit
Ku rangkai jadi bait puisi untukmu
Kau senjaku, penawar rinduku
Arti pulang bagi esokku

Bagai langit mengukir pelangi
Kala senja membias jingga di hamparan langit
Bersamamu semua begitu indah
Walau sedetik, tanpamu aku tiada arti

Senja pergi tanpa pamit
Bersama malam, kudekap erat kerinduan
Menunggu senja tanpa kepastian
Mungkinkah esok akan seindah hari ini?

Aku menanti jawab
Pada esok yang mungkin tanpa aku
Aku menanti senja
Pada langit yang masih bungkam

Tak ada yang tahu
Langit tak menjamin indahnya akan sama
Senja pun tak berani berjanji
Hanya Tuhan pemilik jawaban semua tanya

Ku yakinkan semua ragu
Penantianku telah menemui subuh
Senja sudah di depan mata
Walau nanti tak indah, ku tahu itu jawaban Tuhan


Kupang, 25 Mei 2020